KETIKA REKTOR BICARA FILM (2004)


KETIKA REKTOR BICARA FILM

Antusiasme Rektor saat memberikan wejangan diacara launcing MAV-NET kemarin bukan saja memberikan semangat bagi anak anak KPI, namun lebih dari itu ada semacam penyegaran berfikir yang kian terbuka, ketika beliau menjelaskan betapa organisasi seperti MAV-NET punya banyak peluang untuk maju. Apalagi melihat begron para perintisnya yang notabene orang orang da’wah, dimana seyogyanya menguasai dunia informasi, maka kebutuhan terhadap wadah apresiasi semacam MAV-NET menjadi kian penting. Demikianlah setidaknya isi wejangan yang beliau paparkan kalaitu. Berikut petikan wawancara ekskusif reporter MAV-NET bersama Rektor UIKA Didin Saepudin.

R: MAV-NET cabang Bogor baru saja diresmikan, bagai mana tanggapan bapak?

D: Itu baik sekali… untuk pengembangan kreativitas, memang sudah seharusnya kita punya lembaga semacam MAV-NET. Apalagi jika di kaitkan dengan dunia da’wah yang dituntut untuk mampu masuk kesemua lini maka kehadiran MAV-NET memang sangat dibutuhkan.

R : Mengingat tanggapan bapak yng sangat baik ini, apa saran bapak untuk MAV-NET?

D : saya menghimbau dan mendorong pada pimpinan MAV-NET cabang Bogor beserta jajarannya untuk segera berkreasi. Cobalah buat produk produk orisinil karya sendiri, dengan menampilkan orang orang sendiri, tentang kita, atau kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas akademis kita.semua itu tujuannya agar menimbulkan kesan positive masyarakat terhadap kita.

R : Contohnya pak?

D : yah… misalnya kita buat profil UIKA dari segala aspek terutama pada ruh keislaman yang kita punya. Itukan selain berguna untuk promosi, juga untuk konsumsi para tamu yang dating ke UIKA, itu akan menggambarkan dampak yang lebih kuat. Kalau dijelaskan dengan ucapan kan mereka masih bertanya Tanya, tapi kalau diperlihatkan lewat film misalnya, profil UIKA akan tergambar jelas sekalian sebagai cinderamat oleh oleh dari UIKA. Atau kita buat ceramah peradaban Islam berseri, dengan melibatkan Orang orang kita yang kompeten dalam hal itu seperti Pak Didin Hafidudin misalnya, kemudian kita kemas dalam cv, nah hasilnyakan bisa dijual ke Tv – tv swasta. Ya pokoknya bagaimana caranya aktifitas kerja kita, dapat menghasilkan karya yang kita produksi sendiri.

R : wah agaknya ambisi bapak pas dengan karakter mavnet yang mengusung moral dalam audio visual. Nah kalau secara umum film seperti apa yang bapak inginkan untuk di konsumsi oleh masyarakat kita?

D : ya tentu saja film yang ideal. Dan menurut saya film yang ideal itu adalah yang memiliki 4 aspek

1. film yang berisi misi akidah yang lurus, tidak bercampur dengan syirik.

2. film itu dalam adegannya memperlihatkan, mendorong penonton untuk beribadah.

3. film yang baik adalah yang punya kecerdasan dalam mengakhiri ending. Artinya ada solusi yang menggembirakan

4. kebagusan ahlak dan pola piker

R : Dan pertanyaan terakhir nih pak, apa himbauan bapak untuk anak anak KPI selaku perintis MAV-NET cabang Bogor ini?

D : sudah saatnya bagi Mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam untuk melakukan terobosan kreasi